Cara Menambah Hard Disk Baru di Hyper-V Virtual Machine
Halo semuanya! Pernah enggak lu lagi development proyek di Virtual Machine (VM) Hyper-V, terus tiba-tiba butuh storage terpisah khusus buat naruh database raksasa atau file backup, tanpa mau mengganggu Drive C utama tempat OS berjalan?
Cara paling rapi untuk menanganinya adalah dengan menambahkan hard disk baru secara virtual ke dalam VM lu.
Proses ini sama persis seperti lu beli hard disk fisik baru di toko komputer, lalu lu colok ke motherboard lewat kabel SATA/SCSI, baru setelah itu lu format di dalam Windows. Bedanya, di Hyper-V semua langkah ini bisa kita lakukan lewat klik-klik menu pengaturan saja. Yuk, langsung kita bahas caranya!
Langkah 1: Pengaturan dari Luar (Hyper-V Manager)
Sebelum mulai, pastikan Virtual Machine lu dalam kondisi Mati (Turned Off). Karena menggunakan IDE Controller, sistem tidak mendukung hot-plug (colok hard disk saat mesin hidup).
Buka Hyper-V Manager di PC atau laptop lu.
Klik kanan pada nama Virtual Machine lu, lalu pilih Settings (Pengaturan).
- Setelah jendela Settings terbuka, lihat panel sebelah kiri di bagian Hardware, lalu klik opsi IDE Controller 0.
Di panel sebelah kanan, pilih opsi Hard Drive, lalu klik tombol Add (Tambah).
- Perhatikan bagian Location: Di sebelah kanan, pastikan posisi Location berada di slot yang kosong (misalkan Location 1, kalau Location 0 sudah diisi oleh Hard Disk OS utama lu).
Setelah itu, di bawahnya ada bagian Virtual hard disk, klik tombol New untuk membuat file disk virtual kosong yang baru.
Jendela New Virtual Hard Disk Wizard akan muncul. Klik Next saja:
Choose Disk Format: Pilih VHDX (atau VHD jika lu butuh kompatibilitas dengan server jadul). Klik Next.
Choose Disk Type: Pilih Dynamically expanding biar hemat space di PC asli lu. Klik Next.
Specify Name and Loc
ation: Beri nama file disk-nya (misal:HardDisk_Data_Kedua) dan tentukan foldernya. Klik Next.- Configure Disk: Pilih Create a new blank virtual hard disk dan masukkan ukuran kapasitasnya (misal: 15
GB). Klik Next.
Klik Finish untuk menyudahi pembuatan disk.
Terakhir, klik tombol Apply lalu OK pada jendela Settings utama Hyper-V.
Langkah 2: Mengaktifkan Hard Disk di Dalam OS VM
Sekarang hard disk virtual baru lu sudah resmi "tercolok" ke dalam mesin virtual. Langkah selanjutnya adalah menyalakan VM dan mendaftarkan hard disk tersebut agar terbaca di Windows Explorer (jadi Drive D, E, atau sejenisnya).
Start dan masuk (login) ke dalam Virtual Machine lu.
Klik kanan pada tombol Start Windo
ws (di dalam VM), lalu pilih menu Disk Management.Begitu Disk Management terbuka, otomatis akan muncul jendela pop-up kecil bertuliskan Initialize Disk. Ini mendeteksi ada hard disk baru yang belum terdaftar.
Pilih tipe partisi GPT (sangat direkomendasikan untuk OS modern), lalu klik OK.
Sekarang, gulir ke bagian bawah Disk Management. Lu akan melihat ada baris disk baru (misalnya Disk 1) dengan status ruang hitam bertuliskan Unallocated.
Klik kanan pada area hitam Unallocated tersebut, lalu pilih New Simple Volume
.
Jendela wizard akan terbuka, klik Next saja terus:
Tentukan kapasitasnya (biarkan maksimal jika ingin dipakai semua).
Pilih Drive Letter yang lu mau (misal otomatis jadi Drive
D:atauE:).Pilih File System NTFS dan beri nama di kolom Volume Label (misal:
Data_Proyek).
Klik Finish.
Selesai!
Tunggu beberapa detik sampai statusnya berubah menjadi Healthy (Primary Partition) dan warnanya berubah jadi biru. Sekarang kalau lu buka This PC atau File Explorer di dalam VM, hard disk baru lu sudah muncul dan siap dipakai buat menyimpan data proyek dengan aman secara terpisah dari OS.
Gampang banget, kan? Kalau lu nemu kendala pas nyoba insert hard disk-nya, langsung aja drop pertanyaan lu di kolom komentar di bawah ya. Happy configuring!
Komentar
Posting Komentar